
???? Kunjungan Bersejarah: Syekh Dr. Muhammad Yahya Al-Kattani Al-Azhari Tebar Ilmu & Ijazah di Kudus
KUDUS – Pondok Tahfidz Modern (PTM) Al-Aqsho Kudus mendapat kehormatan istimewa dengan kedatangan ulama besar dari Mesir, Syekh Dr. Muhammad Yahya Al-Kattani Al-Azhari. Beliau adalah mursyid tarekat Al-Kattaniyah sekaligus salah satu ulama terkemuka lulusan Al-Azhar.
Kehadiran Syekh Yahya di Kudus bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah momentum berharga yang membawa ilmu, ijazah, doa, dan keberkahan. Para santri, guru, hingga masyarakat sekitar merasakan langsung aura ketenangan dan keilmuan yang beliau pancarkan.
✨ Sambutan Hangat di PTM Al-Aqsho Kudus

Pimpinan pondok, para asatidz, dan ratusan santri menyambut kedatangan Syekh Yahya dengan penuh suka cita. Antusiasme memuncak ketika beliau melangkah ke lingkungan pesantren—seolah membawa semangat baru bagi semua yang hadir.
Acara utama dalam kunjungan ini adalah pengajian kitab Umdatul Ahkam, karya Imam Abdul Ghani Al-Maqdisi. Kitab fikih hadis populer ini berisi kumpulan hadis-hadis sahih tentang hukum Islam.
“Kitab ini sangat penting karena berisi dasar-dasar syariat yang bersumber langsung dari hadis Nabi Muhammad SAW. Dengan mempelajarinya, kita akan memiliki pondasi yang kuat dalam memahami Islam,” jelas Syekh Yahya.
???? Pentingnya Sanad & Keberkahan Ilmu

Dalam tausiyahnya, Syekh Yahya menekankan urgensi sanad dalam menuntut ilmu.
“Sanad adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan Rasulullah SAW. Melalui sanad, ilmu yang kita pelajari menjadi lebih otentik dan penuh keberkahan,” tegas beliau.
Selama lebih dari dua jam, para santri disuguhkan kajian mendalam, namun terasa singkat karena padatnya ilmu dan hikmah yang beliau sampaikan.
???? Pemberian Ijazah Musalsal Awwaliyah

Momen bersejarah lainnya adalah pemberian ijazah hadis Musalsal Awwaliyah. Hadis ini dikenal sebagai hadis pertama yang diriwayatkan guru kepada muridnya, hingga bersambung sanadnya kepada Rasulullah SAW.
Syekh Yahya berpesan:
“Ijazah ini bukan hanya pengakuan keilmuan, tetapi juga amanah besar. Sebarkanlah ilmu ini, jadikan ia cahaya yang menerangi jalan kalian dan orang-orang di sekitar kalian.”
Para santri yang menerima ijazah tampak haru dan bangga, merasakan kehormatan besar sekaligus dorongan kuat untuk terus istiqamah belajar dan menghafal Al-Qur’an.
???? Pesan Istiqamah & Adab
Syekh Yahya juga memberikan nasihat yang membekas di hati para santri:
Istiqamah dalam menuntut ilmu – meski sulit, jangan pernah berhenti.
Luruskan niat – belajar bukan untuk popularitas, melainkan untuk Allah.
Adab di atas ilmu – hormati guru, sayangi sesama, dan berbakti pada orang tua.
“Menuntut ilmu itu seperti mendaki gunung. Perlu sabar, tekun, dan istiqamah. Jangan menyerah, karena Allah mencintai hamba-Nya yang istiqamah,” pesan beliau penuh kelembutan.
???? Doa & Harapan untuk PTM Al-Aqsho
Di penghujung kunjungan, Syekh Yahya memanjatkan doa khusus untuk PTM Al-Aqsho Kudus:
“Semoga pondok ini menjadi mercusuar ilmu dan peradaban, melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang bukan hanya fasih membacanya, tetapi juga mengamalkan kandungannya.”
Doa ini diamini oleh seluruh hadirin dengan penuh kekhusyukan. Pimpinan pondok, KH. Choirul Anwar, S.Th.I, M.S., mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan ini.
???? Penutup yang Berkesan
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Syekh Yahya berpesan agar silaturahmi ini tetap terjalin dan berharap suatu saat dapat kembali berkunjung ke Indonesia.
Kunjungan beliau di PTM Al-Aqsho Kudus bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi sebuah peristiwa spiritual dan keilmuan yang akan dikenang sepanjang masa.
???? Sebuah bukti bahwa ilmu dan keberkahan tidak mengenal batas geografis, tetapi terus mengalir dari hati ke hati, dari generasi ke generasi.