
PTM Al-Aqsho Kudus Gelar Doa Bersama Jelang Haflatul Wada
Menjelang pelaksanaan Haflatul Wada, keluarga besar Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus menggelar doa bersama. Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian acara.
Pengasuh PTM Al-Aqsho Kudus, KH. Choirul Anwar, S.Th.I., M.S., memimpin kegiatan tersebut. Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga tradisi doa bersama yang telah menjadi budaya pondok selama bertahun-tahun.
Menurut beliau, seluruh kegiatan penting di lingkungan pondok selalu diawali dengan doa. Tradisi tersebut menjadi bagian dari sunnah yang terus dijaga oleh keluarga besar PTM Al-Aqsho Kudus.
“Sebagaimana sunnah PTM Al-Aqsho Kudus bahwa setiap akan memulai dan melaksanakan kegiatan, khususnya kegiatan-kegiatan sakral, maka selalu diawali dengan doa bersama.”
Pengasuh Ajak Santri Mengambil Hikmah dari Kakak Kelas
Selain berdoa untuk kelancaran Haflatul Wada, para santri juga mengikuti sesi nasihat dan muhasabah. Momentum ini menjadi kesempatan bagi santri kelas 1 hingga kelas 5 untuk belajar dari perjuangan para santri akhir.
KH. Choirul Anwar menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan 16 santri yang menyelesaikan pendidikan mereka. Selama enam tahun, para santri tersebut menempuh berbagai proses pembinaan, pendidikan, dan penguatan karakter.
Beliau mengibaratkan perjalanan mereka sebagai proses “mentas dari kawah Condrodimuko”. Ungkapan tersebut menggambarkan perjuangan panjang yang mereka jalani selama berada di pondok.
Beliau kemudian mengajak seluruh santri untuk menjadikan kakak kelas mereka sebagai teladan.
“Maka anak-anakku semua yang kelas 1 sampai kelas 5 bisa mengambil hikmah dan mengambil pelajaran bagaimana kakak-kakak kalian bisa bertahan hingga enam tahun di sini dan menyelesaikan masa pendidikannya secara lengkap.”
Pesan tersebut menegaskan pentingnya kesabaran, kedisiplinan, dan istiqamah dalam menuntut ilmu. Karena itu, setiap santri perlu menjaga semangat belajar sejak dini agar mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Harapan untuk Haflatul Wada dan Para Alumni
Menjelang akhir sambutannya, KH. Choirul Anwar menyampaikan harapan bagi seluruh santri akhir. Beliau berharap Haflatul Wada berjalan lancar dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Beliau juga mendoakan agar para lulusan mampu membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
“Semoga acara Haflatul Wada diridhai Allah SWT dan menjadi alumni-alumni yang bermanfaat fiddini wad dunya wal akhirah.”
Harapan tersebut selaras dengan visi pendidikan PTM Al-Aqsho Kudus. Pondok tidak hanya membekali santri dengan ilmu dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan akhlak mulia dan jiwa pengabdian.
Shalawat dan Doa Menutup Kegiatan
Setelah pengarahan pengasuh, Ust. H. Imaduddin Muhammad, S.Pd. memimpin pembacaan shalawat kepada Rasulullah SAW. Selanjutnya, Ust. H. Ahmad Afif Anwar memimpin doa bersama.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk. Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti para santri, ustadz, serta seluruh hadirin.
Melalui doa bersama ini, keluarga besar PTM Al-Aqsho Kudus berharap Haflatul Wada berlangsung lancar dan penuh keberkahan. Selain itu, para santri akhir diharapkan tumbuh menjadi alumni yang bermanfaat fiddini wad dunya wal akhirah serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.




