
Haflatul Hidzaq Wal Wada Angkatan Pertama
Ahad, 7 Juni 2026 menjadi hari bersejarah bagi Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus. Melalui Haflatul Hidzaq Wal Wada Angkatan Pertama bertajuk Eminent Generation, pondok secara resmi melepas santri angkatan pertama yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun.
Momen ini tidak hanya menandai kelulusan para santri. Lebih dari itu, acara ini menjadi bukti perjalanan panjang Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus dalam mencetak generasi Qur’ani yang siap melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.
Berlangsung Khidmat dengan Nuansa Al-Qur’an
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penampilan grup rebana Al-Aqsho yang membawakan sejumlah shalawat. Selanjutnya, seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Pondok sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan dan identitas lembaga.
Panitia kemudian menggelar khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh para santri. Setelah itu, para hadirin memanjatkan doa bersama untuk memohon keberkahan dan kelancaran acara.
Suasana khusyuk dan penuh haru terasa sejak awal kegiatan. Para wali santri, asatidz, dan tamu undangan menyaksikan momen bersejarah yang menjadi tonggak penting perjalanan pondok.
Apresiasi untuk Wali Santri Angkatan Pertama
Dalam prosesi Haflatul Hidzaq Wal Wada, Ust. H. Ahmad Afif Anwar menyerahkan syahadah kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi khusus kepada wali santri angkatan pertama yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada PTM Al-Aqsho Kudus sejak masa awal berdiri.
“Khusus Bapak Ibu wali santri angkatan pertama. Terima kasih Bapak Ibu dan anak-anak karena sudah percaya. Bukan suatu pilihan yang mudah untuk menyekolahkan anak di lembaga yang baru didirikan. Alhamdulillah enam tahun sudah berlalu dan ananda sudah menyelesaikan pendidikannya. Sebuah apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Ibu dan juga anak-anakku angkatan pertama.”
Menurut beliau, keberhasilan angkatan pertama menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan pondok. Kepercayaan para wali santri pada masa awal berdirinya lembaga menjadi fondasi yang menguatkan perjalanan PTM Al-Aqsho Kudus hingga saat ini.
Setiap Santri Memiliki Capaian Terbaiknya
Dalam sambutannya, Ust. Ahmad Afif Anwar juga menegaskan bahwa pondok memandang seluruh santri secara setara. Setiap santri memiliki keunggulan dan capaian sesuai kemampuan serta proses yang mereka jalani.
“Kami sampaikan kepada Bapak Ibu bahwasanya tidak ada santri satu dengan yang lain berbeda. Semuanya sama. Semuanya berhasil dengan capaiannya masing-masing.”
Beliau kemudian memaparkan capaian akademik dan tahfidz para lulusan. Dari angkatan pertama tersebut, lima santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Selain itu, dua santri telah memperoleh sanad sebagai bentuk pengakuan atas kualitas bacaan dan hafalan yang mereka miliki.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di PTM Al-Aqsho Kudus tidak hanya berfokus pada kuantitas hafalan. Pondok juga mendorong kualitas bacaan, pemahaman, serta pembentukan karakter Islami.
Wali Santri Sampaikan Rasa Syukur dan Terima Kasih
Perwakilan wali santri turut menyampaikan sambutan pada acara tersebut. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas pendidikan yang telah diterima putra-putri mereka selama enam tahun terakhir.
Selain itu, para wali santri menyampaikan terima kasih kepada pengasuh, asatidz, dan seluruh keluarga besar pondok yang telah mendampingi proses pendidikan para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Momen tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara pondok dan wali santri dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an.
Pengasuh Bekali Alumni dengan Mau’idhah Hasanah
Pengasuh Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus, KH. Choirul Anwar, S.Th.I., M.S., menyampaikan mau’idhah hasanah kepada para lulusan dan wali santri yang hadir.
Beliau mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, para alumni memasuki fase baru yang menuntut tanggung jawab lebih besar dalam mengamalkan ilmu dan menjaga nilai-nilai Al-Qur’an.
Beliau juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga akhlak, istiqamah dalam ibadah, serta terus menebarkan manfaat di mana pun mereka berada.
Dari Kelulusan Menuju Pengabdian
Haflatul Hidzaq Wal Wada bukan sekadar seremoni pelepasan santri. Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan pengabdian para alumni.
Dengan mengusung tema Eminent Generation, PTM Al-Aqsho Kudus berharap angkatan pertama mampu menjadi generasi unggul yang memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Keberhasilan angkatan pertama ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan yang dijalankan selama enam tahun mampu melahirkan generasi Qur’ani yang siap melanjutkan perjuangan di berbagai bidang kehidupan.




