
Kudus – Pondok Pesantren Modern Al-Aqsho Kudus menjadi saksi perhelatan majelis ilmu istimewa yang menghadirkan ulama besar asal Tarim, Yaman, Syech Prof. Dr. Alhabib Alwi Bin Hamid Bin Syihabuddin pada hari Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperdalam pemahaman mengenai pribadi Nabi Muhammad SAW melalui kajian kitab klasik Syamail Rasul. Majelis ilmu tersebut diikuti dengan antusias oleh para santri dan tenaga pendidik Pondok Pesantren Modern Al-Aqsho Kudus.
Mengenal Pribadi Rasulullah SAW Melalui Kitab Syamail Rasul
Dalam kajian tersebut, Habib Alwi memaparkan berbagai pembahasan mengenai pribadi Rasulullah SAW secara mendalam. Salah satu pembahasan yang disampaikan adalah mengenai Sirah Nabawiyah, meliputi sifat fisik Rasulullah SAW, cara beliau berjalan, hingga tanda-tanda kenabian.
Penjelasan tersebut menjadi bagian penting bagi para santri untuk mengenal Rasulullah SAW tidak hanya melalui kisah perjalanan dakwah beliau, tetapi juga melalui gambaran mengenai sifat, kebiasaan, dan kepribadian beliau.
Pembahasan kemudian berlanjut pada akhlak dan keseharian Rasulullah SAW. Habib Alwi mengulas gaya hidup Rasulullah SAW, mulai dari pola makan, cara berpakaian, interaksi sosial, hingga adab beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kajian ini, para santri diajak untuk tidak sekadar mengetahui bagaimana kehidupan Rasulullah SAW, tetapi juga berusaha menjadikan akhlak dan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Tradisi Sanad Keilmuan
Hal penting lainnya yang menjadi perhatian dalam majelis ilmu tersebut adalah mengenai sanad keilmuan.
Habib Alwi menegaskan betapa pentingnya menjaga tradisi keilmuan yang memiliki sanad bersambung kepada para ulama. Tradisi sanad menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan keilmuan Islam, yang menghubungkan generasi penuntut ilmu dengan para ulama terdahulu.
Dalam paparannya, Habib Alwi juga menyampaikan jaringan keilmuan yang bersambung kepada ulama-ulama besar dari berbagai pusat keilmuan Islam, termasuk Haramain, Mesir, hingga Suriah.
Bagi para santri, pembahasan mengenai sanad menjadi pengingat penting bahwa proses menuntut ilmu bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjaga kesinambungan dan keberkahan ilmu melalui para guru dan ulama.
Memperkuat Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan
Majelis ilmu ini juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan sinergi pendidikan antara Pondok Pesantren Modern Al-Aqsho Kudus dengan Ma’had Darul Hadis di Tarim, Yaman.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Alwi membuka pintu bagi para santri yang memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke Tarim, Yaman. Para santri berkesempatan untuk mendalami berbagai disiplin ilmu keislaman, khususnya Al-Qur’an, Hadis, dan Sirah Nabawiyah.
Kesempatan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para santri untuk terus meningkatkan semangat belajar dan mempersiapkan diri dalam menempuh perjalanan keilmuan yang lebih luas.
Ijazah Umum dan Penutup Majelis
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pemberian ijazah umum atas kitab-kitab karya Syech Alwi kepada seluruh jamaah yang hadir.
Prosesi ijazah tersebut menjadi salah satu momen istimewa dalam majelis ilmu, sekaligus menjadi bagian dari tradisi keilmuan yang terus dijaga dalam dunia pesantren.
Setelah prosesi ijazah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan menutup rangkaian majelis ilmu yang memberikan kesan mendalam bagi para santri, tenaga pendidik, dan seluruh jamaah yang hadir.
Semoga majelis ilmu ini menjadi wasilah bertambahnya kecintaan kepada Rasulullah SAW, keberkahan ilmu, serta semakin kuatnya semangat para santri Pondok Pesantren Modern Al-Aqsho Kudus dalam menuntut ilmu, menjaga sanad keilmuan, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.



