KUDUS, 28 Agustus 2026 — Tiga santri Pondok Tahfidz Modern Al Aqsho Kudus bersiap membawa nama pesantren ke panggung kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Bahaudin Anwari, Tsaqif Ahvaa Zahran, dan Diersa Lubbie Albana resmi dilepas untuk mengikuti Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Jawa Tengah di Magelang, Jumat (28/8). Bukan hanya kemampuan Bahasa Arab yang akan mereka pertaruhkan, tetapi juga akhlak, nama baik pesantren, serta semangat untuk memberikan ikhtiar terbaik di tengah persaingan para santri terbaik se-Jawa Tengah.

Pelepasan dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di kediaman Pimpinan Pondok Tahfidz Modern Al Aqsho Kudus, KH. Choirul Anwar, S.Th.I., M.S. Kegiatan ini menjadi momentum pemberian doa, motivasi, sekaligus pengarahan kepada para santri yang akan membawa nama Al Aqsho dalam ajang kompetisi tingkat provinsi.
Tiga santri yang ditugaskan sebagai peserta dalam olimpiade tersebut adalah Bahaudin Anwari, santri Kelas 5 KMI, serta Tsaqif Ahvaa Zahran dan Diersa Lubbie Albana, keduanya dari Kelas 3 KMI.
Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan Bahasa Arab sekaligus memperluas pengalaman berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Di tengah persaingan dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, ketiganya diharapkan mampu tampil dengan penuh percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik.
Pesan Pimpinan: Akhlak Tetap Menjadi Prioritas

Dalam pengarahan sebelum keberangkatan, KH. Choirul Anwar, S.Th.I., M.S. mengingatkan bahwa seorang santri tidak hanya dinilai dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari sikap dan akhlaknya.
Beliau berpesan kepada para peserta untuk senantiasa menjaga akhlak dan nama baik pesantren selama mengikuti rangkaian perlombaan. Setiap sikap yang ditunjukkan oleh santri, di mana pun berada, turut mencerminkan nilai-nilai pendidikan yang diperoleh di pesantren.
Selain itu, para peserta juga diberikan pesan untuk menjalani perlombaan dengan prinsip:
“Yakin maksimal, ikhtiar maksimal, tawakkal maksimal.”
Pesan tersebut menjadi pengingat agar para santri tidak hanya memiliki keyakinan untuk meraih hasil terbaik, tetapi juga bersungguh-sungguh dalam berusaha dan menyerahkan segala hasil kepada Allah SWT.
Bagi Pondok Tahfidz Modern Al Aqsho Kudus, keikutsertaan dalam ajang ini bukan semata-mata mengenai hasil akhir perlombaan. Lebih dari itu, perjalanan menuju kompetisi merupakan bagian dari proses pendidikan yang melatih keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental berkompetisi para santri.
Dengan doa dan dukungan dari keluarga besar Pondok Tahfidz Modern Al Aqsho Kudus, Bahaudin Anwari, Tsaqif Ahvaa Zahran, dan Diersa Lubbie Albana diharapkan mampu tampil optimal dan membawa semangat Al Aqsho dalam Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Jawa Tengah di Magelang.
Selamat berjuang, para duta Al Aqsho. Jaga akhlak, maksimalkan ikhtiar, dan kuatkan tawakkal. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan serta hasil terbaik dalam setiap langkah perjuangan.



