
Kudus – Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus menggelar kegiatan Amaliyah Tadris yang dipadukan dengan Micro Teaching (latihan mengajar) bagi santri akhir KMI sebagai persiapan sebelum terjun langsung ke dunia pendidikan.
Kegiatan ini menjadi momen penting yang dinantikan para santri, karena mereka tidak hanya menerima pengarahan, tetapi juga langsung mempraktikkan cara mengajar di hadapan teman-temannya. Dalam sesi Micro Teaching, santri dilatih untuk menyampaikan materi, mengelola kelas, serta membangun komunikasi yang efektif layaknya seorang guru.
Di Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus, para santri tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga ditempa dengan nilai pengabdian. Tadris Amaliyah menjadi ajang pembuktian kesiapan mereka sebagai calon pendidik umat.
Salah satu pesan yang menguatkan semangat para santri disampaikan oleh Almaghfurullah Yai Manshur:
“Saat kembali ke masyarakat, jadilah alumni yang terus menyalakan cahaya ilmu. Luangkan waktu untuk mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu lainnya, meski dimulai dari keluarga.”
Selain itu, prinsip penting dalam dunia pendidikan juga kembali ditekankan:
“Thariqatu ahammu minal maddah”
(Metode lebih penting daripada materi)
Melalui kegiatan ini, diharapkan santri mampu menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki metode pengajaran yang baik dan penuh hikmah. Setiap langkah menuju kelas menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang tulus dalam mencerdaskan umat.




