
KUDUS — Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui upacara pada Kamis, 22 Oktober 2026. Dalam amanatnya, pengasuh menekankan pentingnya memperkuat keislaman, mencintai ilmu, menjaga akhlak, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Pengasuh juga menyampaikan filosofi kata SANTRI melalui rangkaian huruf Arab س ن ت ر ي. Filosofi tersebut mengandung lima pesan moral: mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneruskan perjuangan para guru, menjauhi kemaksiatan, mencintai kebaikan, serta mengharapkan keselamatan dalam agama, dunia, dan akhirat.
Pesan itu menegaskan bahwa menjadi santri bukan sekadar menuntut ilmu di pesantren. Kehidupan santri merupakan proses pembentukan karakter, penguatan iman, dan penanaman tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
Lima Pesan dalam Filosofi SANTRI
1. س — سَالِكٌ إِلَى اللهِ
Sālikun ilallāh: Menempuh jalan menuju Allah
Santri hendaknya menjadikan proses menuntut ilmu sebagai bagian dari perjalanan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Belajar, menghafal Al-Qur’an, beribadah, dan memperbaiki akhlak merupakan ikhtiar untuk meraih rida-Nya.
2. ن — نَائِبٌ عَنِ الْمَشَايِخِ
Nā’ibun ‘anil masyāyikh: Penerus perjuangan para guru
Santri memiliki tanggung jawab menjaga dan mengamalkan ilmu yang diajarkan para guru dan ulama. Nilai-nilai kebaikan tersebut perlu diteruskan melalui keteladanan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
3. ت — تَارِكٌ عَنِ الْمَعَاصِي
Tārikun ‘anil ma’āṣī: Meninggalkan kemaksiatan
Ilmu harus disertai kesungguhan dalam memperbaiki diri. Santri diharapkan mampu menjaga perilaku, mengendalikan lisan, menjauhi kemaksiatan, dan membiasakan diri menaati perintah Allah SWT.
4. ر — رَاغِبٌ فِي الْخَيْرَاتِ
Rāghibun fil khairāt: Mencintai dan bersemangat dalam kebaikan
Semangat dalam kebaikan dapat diwujudkan melalui ibadah, pembelajaran, kedisiplinan, dan hubungan yang baik dengan sesama. Menghormati guru, membantu teman, menjaga kebersihan, serta bersungguh-sungguh dalam belajar merupakan bagian dari penerapan nilai tersebut.
5. ي — يَرْجُو السَّلَامَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Yarjū as-salāmata fid-dīni wad-dunyā wal-ākhirah: Mengharapkan keselamatan dalam agama, dunia, dan akhirat
Tujuan pendidikan santri tidak terbatas pada pencapaian akademik atau banyaknya hafalan. Santri juga diharapkan memiliki keteguhan dalam beragama, mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mengupayakan kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Hari Santri sebagai Penguatan Karakter
Amanat tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan santri tidak hanya diukur dari pengetahuan dan prestasi. Kualitas ibadah, adab kepada guru, penghormatan kepada orang tua, dan kesungguhan mengamalkan ilmu juga menjadi bagian penting dari keberhasilan.
Semangat Hari Santri tidak seharusnya berhenti pada upacara dan peringatan tahunan. Nilai perjuangan, keikhlasan, kedisiplinan, dan pengabdian perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di pesantren maupun ketika santri kembali ke tengah masyarakat.
Bagi keluarga besar Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus, momentum ini menjadi pengingat pentingnya membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an, menguasai ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif bagi umat.
Melalui filosofi SANTRI, para santri diajak untuk terus memperbaiki diri, menjaga hubungan dengan Allah SWT, menghormati guru, dan menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian. Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga titik tolak untuk melahirkan generasi berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi bangsa serta peradaban dunia.
Selamat Hari Santri Nasional 2026. Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.
Catatan redaksi: Uraian filosofi SANTRI dalam berita ini disajikan sebagai penjabaran pesan moral dalam amanat pengasuh, bukan sebagai etimologi baku kata “santri”.
Pendaftaran Santri Baru
Tahun Ajaran 2027/2028
Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus



