
Kudus — Jumat Malam, 23 januari 2026 Suasana penuh semangat tampak di Pondok Tahfidz Modern (PTM) Al-Aqsho Kudus ketika para santri mengikuti pembelajaran kitab Tuhfathul Athfal bersama Ustadz Ahmad Afif Anwar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses penguatan ilmu tajwid dan peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an bagi seluruh santri.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Ahmad Afif Anwar menekankan pentingnya belajar tajwid bagi setiap pembaca Al-Qur’an. Dengan tegas beliau menyampaikan, “Belajar tajwid itu wajib.” Ilmu tajwid, bukan hanya sekadar teori, melainkan juga pedoman yang menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sebagaimana diturunkan kepada Rasulullah SAW.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa tujuan utama pembelajaran kitab ini adalah “mentashihkan bacaan dan hafalan” para santri agar sesuai dengan kaidah yang benar. Melalui pemahaman tajwid yang mendalam, para santri diharapkan mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil, penuh kekhusyukan, dan mendapatkan keberkahan dari setiap ayat yang dibaca.
Ustadz Ahmad Afif Anwar juga menegaskan bahwa kitab Tuhfathul Athfal memiliki kedudukan istimewa di dunia ilmu tajwid. Beliau menyebut, “Ini adalah kitab seantero dunia.” Kitab ini menjadi rujukan penting di berbagai pesantren dan lembaga tahfidz, baik di dalam maupun luar negeri.
Sekilas Tentang Kitab Tuhfathul Athfal
Tuhfathul Athfal merupakan karya monumental dari Asy-Syaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al-Jamzuri, atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Al-Jamzuri. Kitab ini terdiri dari 61 bait syair yang merangkum berbagai hukum tajwid secara ringkas, sistematis, dan mudah dihafalkan oleh para pelajar Al-Qur’an.
Ustadz Ahmad Afif Anwar menjelaskan bahwa kitab ini disusun oleh ulama besar Mesir, Syekh Sulaiman Al-Jamzuri, yang hidup sekitar tahun 1160-an Hijriyah di daerah Jamzur, dekat wilayah Thantha, Mesir. Beliau dikenal sebagai sosok alim yang cerdas dan tawadhu’. Salah satu guru beliau adalah Asy-Syaikh Nuruddin ‘Ali bin ‘Amru Al-Mihiy, ahli tajwid dan qiraat terkenal pada masanya. Selain itu, beliau juga berguru kepada Asy-Syaikh Mujahid Al-Ahmadi, yang memberikan julukan “Al-Affandi” kepadanya — sebuah gelar yang bermakna “orang yang cerdas”.
Hingga kini, Tuhfathul Athfal tetap diajarkan di berbagai pesantren, termasuk di PTM Al-Aqsho Kudus, sebagai langkah awal bagi para santri untuk memahami kaidah bacaan Al-Qur’an secara benar. Melalui pembelajaran ini, pondok berharap setiap santri tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami ilmu tajwid secara mendalam agar dapat mengamalkannya dengan sempurna.
Ust Afif menambahkan “Janganlah merasa cukup dengan bacaan Quranmu, selalu perbaiki. perbaiki, perbaiki bacaanmu karena ilmu tahsin quran itu tiada habisnya”
-Ilmu tajwid menjaga Al-Qur’an dari kesalahan, dan santri Al-Aqsho menjaga ilmu tajwid dengan semangat.-
Semoga Al-Qur’an senantiasa menjadi cahaya yang menerangi hati, syafaat di hari akhir, dan tameng yang menyelamatkan dari api neraka. Semoga para santri Al-Aqsho selalu diberi keistiqamahan dalam mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Kalamullah hingga akhir hayat. Aamiin 🤲



