
KUDUS – Pada Selasa, 20 Januari 2026, Pondok Tahfidz Modern (PTM) Al-Aqsho Kudus menerima kunjungan penuh makna dalam agenda Rihlah Tarbawiyyah dari Pondok Modern (PM) Tazakka. Pertemuan ini menjadi simbol ikatan batiniyyah dan lahiriyyah antar lembaga pendidikan Islam.
Menanamkan Spirit Pengabdian
Fokus utama dari kunjungan ini adalah pembekalan bagi 45 siswa akhir kelas 6 KMI PM Tazakka yang didampingi oleh 4 musyrif. Di hadapan para santri, ditekankan sebuah nasehat fundamental mengenai esensi kelulusan:
“Ketika kalian lulus nanti, masyarakat tidak akan menanyakan kelas berapa kalian dulu atau berapa nilai raportmu. Melainkan, yang akan dilihat masyarakat nantinya adalah apa yang bisa kalian berikan kepada masyarakat.”
Pesan ini menekankan bahwa nilai seorang santri tidak lagi diukur dari angka di atas kertas, melainkan dari kontribusi nyata yang mereka bawa setelah keluar dari gerbang pesantren.
Sambutan Hangat dan Pertukaran Ilmu
Rombongan PM Tazakka disambut langsung oleh pimpinan PTM Al-Aqsho Kudus, KH. Choirul Anwar dan KH. Afif Anwar. Pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua belah pihak untuk saling bertukar ilmu dan mempererat tali silaturahmi yang produktif.
Strategi Menghadapi Amanah
Selain orientasi kemasyarakatan, para siswa akhir juga menerima nasehat mengenai tanggung jawab. Salah satu poin utamanya adalah pentingnya kesungguhan dalam mengemban tugas:
Totalitas dalam Amanah: Di mana pun para santri mendapatkan amanah di masa depan, tugas tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Prinsip Timbal Balik: Keyakinan bahwa manfaat dari setiap kerja keras dalam menjalankan amanah pada akhirnya akan kembali kepada diri santri itu sendiri.
Melalui Rihlah Tarbawiyyah ini, diharapkan para santri kelas 6 KMI PM Tazakka memiliki kesiapan mental yang matang sebelum benar-benar diterjunkan untuk berkhidmat di tengah masyarakat.



