Program Tahfidz Al-Qur’an
Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus menyelenggarakan program Tahfidz Al-Qur’an secara intensif dan terstruktur dengan menerapkan metode Talaqqi.
Metode ini menjadi ciri khas pembelajaran tahfidz di Al-Aqsho karena menekankan interaksi langsung antara santri dan ustaz pembimbing yang telah hafal Al-Qur’an 30 juz.
Melalui metode Talaqqi, pondok berupaya meningkatkan kualitas hafalan santri, baik dari sisi kelancaran, ketepatan tajwid, maupun makharijul huruf.
Dalam metode ini, peran ustaz tidak dapat digantikan oleh teknologi atau media apa pun, karena proses pembinaan berlangsung secara langsung, personal, dan berkesinambungan. Inilah salah satu keistimewaan utama metode Talaqqi yang dijaga di Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus.
Metode Talaqqi di Al-Aqsho
Metode Talaqqi adalah metode menghafal Al-Qur’an dengan cara menyetorkan hafalan secara langsung kepada ustaz. Setiap santri membaca ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan ustaz pembimbing, kemudian ustaz akan membenarkan bacaan, tajwid, serta makharijul huruf jika terdapat kesalahan.
Waktu Pembelajaran Tahfidz
Pembelajaran menghafal Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan tiga kali pertemuan. Jadwal ini dirancang agar santri memiliki waktu yang cukup untuk menambah hafalan, mengulang hafalan, serta menjaga kestabilan hafalan yang telah diperoleh.
Menghafal Al-Qur’an (pagi)
Menghafal Al-Qur’an (sore)
Menghafal Al-Qur’an (malam)
Dengan pola waktu tersebut, santri dibiasakan untuk hidup disiplin, istiqomah, dan terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an sepanjang hari.
Proses Hafalan Al-Qur’an dengan Metode Talaqqi
Pembukaan
- Santri berkumpul sesuai dengan kelompok masing-masing.
- Ustaz membuka pembelajaran tahfidz dengan membaca Surat Al-Fatihah dan doa pembuka.
- Ustaz menanyakan kabar santri serta memberikan motivasi agar santri tetap semangat dan istiqomah dalam menghafal Al-Qur’an.
Inti Metode Talaqqi
a. Talaqqi Tambahan Hafalan
Santri maju satu per satu menghadap ustaz pembimbing untuk membaca ayat yang akan dihafalkan. Apabila terdapat bacaan yang kurang tepat, ustaz langsung membenarkan sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf. Setelah itu, santri mulai menambah hafalan baru dengan bimbingan ustaz.
b. Talaqqi Mengulang Hafalan
Santri menyetorkan hafalan Al-Qur’an yang telah dihafal sebelumnya kepada ustaz pembimbing. Ustaz memperbaiki bacaan apabila masih terdapat kesalahan, sehingga kualitas hafalan santri tetap terjaga dengan baik.
Penutup
- Setelah seluruh santri menyetorkan tambahan maupun pengulangan hafalan, ustaz mengingatkan santri agar mengulang hafalan di luar jam pembelajaran.
- Ustaz memberikan nasihat dan motivasi agar santri senantiasa istiqomah, sabar, dan ikhlas dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.



