
Kudus — Pondok Tahfidz Modern (PTM) Al-Aqsho Kudus menerima kunjungan santri dari Pondok Modern Gontor dalam rangka kegiatan Rihlah Tarbawiyah Iqtishodiyah, Kamis sore (12/2) pukul 16.30 WIB di halaman pondok. Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus kesempatan untuk pembelajaran dan pertukaran pengalaman antar santri. Rombongan dipimpin oleh Ust. Umar Said dan Ust. Hasan Muttaqin, yang turut mendampingi para santri dalam rangkaian kegiatan.
Rihlah Tarbawiyah Iqtishodiyah
Kegiatan Rihlah Tarbawiyah Iqtishodiyah bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pendidikan kepada para santri akhir KMI. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga berkunjung dan mengenal lebih dekat unit usaha , termasuk produksi khas daerah Kudus seperti Jenang Mubarok, sebagai bagian dari pembelajaran kemandirian ekonomi.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat ukhuwah Islamiyah. Para santri terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari penyambutan, sesi berbagi pengalaman, hingga sesi foto bersama.
Pesan : Pesantren sebagai Solusi Pendidikan
Dalam sambutannya, pengasuh menyampaikan pesan penting tentang peran pesantren di tengah tantangan global saat ini. Beliau menegaskan bahwa:
“Dunia Barat telah mengalami berbagai kegagalan dalam sistem pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek material. Pondok pesantren merupakan solusi terbaik dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter.” Pesan tersebut menjadi penguatan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai adab, kemandirian, dan spiritualitas.
Sharing Antar Santri Gontor dan Briliant Generation Al Aqsho
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah berbagi pengalaman antar santri, di mana para santri Gontor dan santri Al-Aqsho saling bertukar pengalaman tentang kehidupan belajar, organisasi, serta pembinaan karakter di pondok masing-masing.
Santri Al-Aqsho yang tergabung dalam komunitas Briliant Generation turut berbagi pengalaman mengenai program pembinaan, kegiatan akademis, serta pengembangan diri di lingkungan pondok.
Suasana diskusi berlangsung hidup dan penuh inspirasi, mencerminkan semangat belajar dan kebersamaan di antara para penuntut ilmu.
Harapan dan Penutup
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga dan pembekalan bagi para santri, baik dalam aspek pendidikan, organisasi, maupun kemandirian ekonomi pesantren.
Semoga melalui kegiatan seperti ini, ukhuwah antar pondok semakin erat, dan para santri semakin termotivasi untuk menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.







