Mendidik seorang santri di pesantren mempunyai karakteristik yang berbeda dengan sekolah pada umumnya.
العلم بالتعلم، والبركة بالخدمة، والمنفعة بالطاعة
“Ilmu didapatkan dengan belajar, keberkahannya dengan berkhidmah, dan manfaatnya dengan ketaatan” begitulah bunyi ungkapan dalam bahasa arab yang sering disampaikan oleh kyai-kyai kami dulu, dan sanad kalimat ini kami sampaikan kepada santri-santri saat ini.
Bagian pertama yaitu Ta’allum (belajar) atau Tholabul Ilmi (menuntut ilmu), Hujjatul Islam Imam Ghozali menyampaikan dalam kitabnya Bidayatul Hidayah bahwa pencari ilmu dibagi menjadi 3 Golongan:
رجل طلب العلم ليتخذه زاده إلى المعاد.1
Orang yang mencari ilmu untuk bekal akhirat, lalu beliau menyampaikan bahwa dia adalah orang yang hanya mengharapkan ridlo Allah dan termasuk dalam golongan yang beruntung di dunia dan akhirat. Ibarat orang mau pergi ke Jakarta dari Kudus, maka dia akan melewati Demak, Semarang dan kota-kota lainnya. Maka jika akhirat yang dituju, dunia akan mengikutinya.
ورجل طلبه ليستعين به على حياته العاجلة.2
Orang yang mencari ilmu hanya untuk urusan kehidupan dunia, beliau memasukan mereka dalam golongan yang mengkhawatirkan, bisa jadi yang diniatkan akan didapatkan di dunia dan bisa jadi tidak mendapatkan apa-apa, bahkan yang lebih merugi jika meninggal dalam keadaan belum tersadar dan belum bertaubat.
ورجل ثالث استحوذ عليه الشيطان. 3
Orang yang mencari ilmu dan terpedaya oleh syaitan, mereka mengunakan ilmu hanya untuk memperbanyak harta, berbangga dengan kedudukan dan menyombongkan diri, beliau memasukan mereka dalam golongan yang paling mengkhawatirkan, karena jauh dari hidayah.
Sebagaimana hadis riwayat Abu Dzar Al Ghifari, Rasulullah SAW bersabda:
مَنِ ازدادَ عِلماً ولَم يَزدَدْ هُدىً ، لَم يَزدَدْ مِنَ اللَّهِ إلّا بُعداً
“Siapa yang bertambah ilmu dan tidak bertambah hidayah (kepadanya), maka tidak ada yang bertambah kecuali (bertambah) jauh dari Allah”
Niat tholabul ilmi ini sejatinya bukan hanya untuk santri, tapi juga untuk walisantri agar frekuensi santri dan walinya sama sehingga mudah dalam menerima ilmu yang disampaikan oleh gurunya.
Maka pertanyaan kepada santri ketika masuk di pondok adalah ” Apa Yang Kau Cari di Pondok Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus?” Apakah gedungnya?, fasilitasnya? atau hanya sekedar mencari teman? Atau niat mencari ilmu lillah?. Dan dijawab oleh dhomir (hati) masing-masing santri.
( KH. Choirul Anwar, S.Th.I, M.S. )